Menulislah.!!!


Free chat widget @ ShoutMix

31 Januari 2014

Cicero, Lembaga Mahasiswa dan Guru besar yang Turun Aksi

[sebuah catatan sederhana]

Dalam novel Imperium karya Robert Harris, Tokoh Marcus Tellius Cicero adalah pengacara yang berani menggugat pemangku jabatan gubernur Roma, Verres. Korupsi yang dilakukan gubernur itu memang keterlaluan, ia dengan tega memiskinkan banyak penduduk kota.
Kisah dimulai ketika Tiro, sekretaris pribadi senator Romawi, Marcus Tullius Cicero, membuka pintu pada suatu hari bulan november yang dingin dan menemukan seorang pria tua yang ketakutan, penduduk Sisilia yang menjadi korban perampokan gubernur Romawi korup, Verres. Orang itu meminta Cicero mewakilinya menuntut sang gubernur. Namun, bagaimana seorang senator yang tidak kaya, tak dikenal, bahkan dibenci kaum aristokrat, dapat memulai tuntutan terhadap seorang gubernur Romawi yang kejam dan memiliki pendukung di tempat tinggi?

***

            Fakultas kita saat ini mengalami krisis kepercayaan. Dekan yang memimpin telah mencoreng statuta Universitas Hasanuddin, seperti itulah yang diungkapkan Guru Besar Fakultas Sastra, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis, MS dalam orasinya di depan Gedung Mattulada, bersama beberapa dosen yang kecewa melihat Fakultas Sastra saat ini.
            Mereka turun aksi menuntut Dekan Prof. Dr. Burhanuddin Arafah agar memperbaiki kinerja dan kepemimpinanya. Permasalahan yang berbelit-belit seperti tidak pernahnya terselenggara rapat senat untuk pembahasan program kerja dan anggaran serta pertanggung jawaban dekan, pemilihan ketua, dan sekretaris jurusan tanpa memperoleh pengesahan senat, serta lembaga senat fakultas yang dibiarkan lowong selama lebih delapan bulan sehingga telah menyalahi statuta fakultas. Masalah itu memang mengundang berbagai kecaman dan menyulut kemarahan warga fakultas sastra.
Belum lagi permasalah mendasar mahasiswa seperti kekerasan akademik, WC fakultas yang kotor, dan ruang belajar yang tidak layak, serta fasilitas kampus yang tidak memadai.
Mahasiswa menjadi korban “perkelahian” dua kubu akademisi tersebut. Kekerasan akademik adalah hal paling terkutuk yang tega dilakukan birokrasi terhadap mahasiswa. Mengancam skorsing dan drop out  adalah senjata birokrasi untuk menakut-nakuti mahasiswa yang turun aksi.
Bagi mahasiswa, ancaman itu adalah pembodohan yang dilakukan orang terhormat. Sama dengan anggapan Cicreo, ancaman itu tidak dibenarkan dilakukan oleh seorang pejabat. Permasalahan itu membuat lembaga mahasiswa memiliki “kepentingan” agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi.
Kebenaran memang berbeda sekedip mata dengan ketidakbenaran. Dosen mungkin kecewa dengan dekan, begitupun mahasiswa. Aksi yang dilakukan tim dosen tersebut setidaknya membuktikan bahwa bukan lembaga mahasiswa saja yang resah terhadap kemiskinan hati pemimpin kita untuk berbuat lebih baik bagi “warganya”.

***

            Cicero tahu bahwa Verres telah menggunakan jabatannya untuk melakukan kejahatan. Korupsi dan memiskinkan rakyat Roma. Itu salah dan tidak pernah ada pembenaran seorang gubernur melakukan tindakan korupsi. Dengan menggugat Verres, Cicero berhasil membuka mata rakyat Roma bahwa tirani yang didirikan penguasa tetap bisa dijatuhkan melaui ruang-ruang resmi.
Cicero berhasil memenjarakan Verres. Tuduhan korupsi itu terbukti benar. Rakyat gembira dengan keberhasil Cicero menumbangkan rezim Verres. Setidaknya rakyat merasa bahwa ada orang yang mau mendengar aspirasinya dan mereka sekarang telah memiliki pahlawan: Cicero.

***

            Melihat guru besar dan dosen-dosen turun aksi, ada sebuah pertanyaan yang menggelitik. Jika dekan fakultas sastra itu melepaskan jabatannya, kira-kira siapa yang berhasil menumbangkan rezimnya?. Apakah tim dosen atau lembaga mahasiswa yang selama ini dizalimi oleh “Verres?”
            Jawabannya adalah bergantung dari sisi mana kita melihatnya. Tim dosen menyerang pejabat fakultas karena kinerjanya sedangkan lembaga mahasiswa menyerang pejabat fakultas karena kebijakannya.
            Dua serangan telak dengan muntahan peluru yang luar bisa banyak. Tim dosen punya bukti, begitupun mahasiswa. Dua kubu ini memiliki peluang dan kekuatan yang sama – juga musuh bersama. Jika kedua kekuatan ini bersatu, rezim apa yang tidak bisa takluk?
            Akhirnya, kita masih harus menunggu perkembangan selanjutnya. Semoga ruang-ruang resmi dan aksi bisa menjadi solusi yang mendewasakan “rakyat sastra”.

Salam perjuangan!
Hidup mahasiswa!

*poto: esa ramadhan (identitas)

27 Januari 2014

Perapian dan Ruang Publik

[refleksi sederhana tentang fakultas sastra]

Keindahan sebuah kota terasa dari serapi apa pemerintah menata bangunannya. Tata ruang yang bagus menghasilkan sebuah sistem pemerintahan yang bagus pula. Kedua hal tersebut saling berkaitan dalam sistem pemerintahan.
Selain mengatur tata ruang, pemerintah juga menyediakan ruang publik yang layak untuk masyarakat. Misalnya, di Kota Makassar ada Lapangan Karebosi yang menjadi tempat orang-orang yang gemar olahraga, Gedung Kesenian, tempat para seniman – atau mungkin juga orang-orang yang senang dengan dunia seni – berkumpul dan berdiskusi bersama.
Sejatinya, ruang publik menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh orang-orang untuk membangun pemahaman dan bertukar gagasan. Ruang publik menjadi penting bagi sebuah kelompok, sebab dari ruang itulah mereka dapat membicarakan masalah-masalahnya.
Keputusan politik lahir dari ruang publik. Ruang itu pula dapat memengaruhi kebijakan-kebijakan politik pada masyarakat.
***
Fakultas Sastra adalah sebuah komunitas besar. Melingkupi sebuah organ tersendiri dalam kampus Universitas Hasanuddin. Organ ini terbagi lagi, ada yang bertindak sebagai dosen dan ada pula yang menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa.
Maka dosen harus punya ruang publik tersendiri, begitupun mahasiswa. Sebab, di dalam kampus,  dosen dan mahasiswa adalah organ yang menjalankan peranan yang berbeda. Dosen tidak boleh masuk ke dalam ruang privat mahasiswa meskipun tetap dapat bertukar gagasan di ruang publik Fakultas Sastra.
Layaknya penghangat di rumah-rumah eropa yang memiliki perapian. Maka ruang privat adalah ruang perapian sedangkan corong yang mengeluarkan asap dari atap itu adalah ruang publik. Publik tetap bisa melihat asap yang keluar dari perapian tanpa perlu tahu seperti apa ruang perapian yang ada di dalam.
Mahasiswa diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) – atau di sastra di kenal juga dengan nama KMFS-UH - badan ini menjadi corong yang mewakili mahasiswa Fakultas Sastra pada tataran yang lebih luas dan yang lebih tinggi.
BEM KMFS UH seharusnya memunyai ruang privat tersendiri. Orang-orang yang ada di dalamnya adalah kumpulan ide yang harus saling bertukar. Bersirkulasi satu sama lain.
Pertanyaan yang patut kita hadirkan adalah, dimana ruang privat serta ruang publik keluarga mahasiswa kita?. Sebuah jawaban sederhana tentu akan keluar dari mulut para mahasiswa; Himpunan, BEM, MAPERWA, dan UKM adalah ruang privat yang memiliki fungsinya masing-masing. Lantas ruang publik kita di mana?. Jawabannya koridor yang kini dijadikan lahar parkir.
Sejak dulu, tempat itu adalah sarana yang mampu mempertemukan warga KMFS. Biasa dimanfaatkan sebagai tempat diskusi, pemutaran film, atau tempat untuk mengadakan rapat warga.
Perubahan fungsi itu bisa saja terjadi akibat dua hal, pertama adalah kurangnya kegiatan pada tataran fakultas maupun himpunan yang memanfaatkan “Parkiran” tersebut. Kedua, akibat rasa tidak aman di dalam kampus yang menyebabkan para mahasiswa memarkir motornya di koridor. Beberapa kejadian pencurian motor memang cukup meresahkan bagi mahasiswa.

***
Menjadikan koridor sebagai lahan parkir merupakan sebuah budaya yang akan terus berlanjut jika tidak diatur lebih baik lagi. Hilangnya ruang publik yang memiliki posisi penting dari perjuangan kawan-kawan mahasiswa di Fakultas Sastra memang merugikan. Siapa yang bisa tahu jika suatu saat nanti kepingan sejarah fakultas kita akan hilang. Tempat yang dulunya digunakan untuk konsolidasi atau diskusi berubah menjadi lahan parkir.
Semoga BEM KMFS-UH melihat ini sebagai sebuah masalah dan menemukan jalan keluarnya. Salah satunya mungkin dengan; motor hanya bisa diparkir selain di koridor tersebut!


Makassar – Januari 2014

Perapian dan Ruang Publik

[refleksi sederhana]

Keindahan sebuah kota terasa dari serapi apa pemerintah menata bangunannya. Tata ruang yang bagus menghasilkan sebuah sistem pemerintahan yang bagus pula. Kedua hal tersebut saling berkaitan dalam sistem pemerintahan.
Selain mengatur tata ruang, pemerintah juga menyediakan ruang publik yang layak untuk masyarakat. Misalnya, di Kota Makassar ada Lapangan Karebosi yang menjadi tempat orang-orang yang gemar olahraga, Gedung Kesenian, tempat para seniman – atau mungkin juga orang-orang yang senang dengan dunia seni – berkumpul dan berdiskusi bersama.
Sejatinya, ruang publik menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh orang-orang untuk membangun pemahaman dan bertukar gagasan. Ruang publik menjadi penting bagi sebuah kelompok, sebab dari ruang itulah mereka dapat membicarakan masalah-masalahnya.
Keputusan politik lahir dari ruang publik. Ruang itu pula dapat memengaruhi kebijakan-kebijakan politik pada masyarakat.
***
Fakultas Sastra adalah sebuah komunitas besar. Melingkupi sebuah organ tersendiri dalam kampus Universitas Hasanuddin. Organ ini terbagi lagi, ada yang bertindak sebagai dosen dan ada pula yang menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa.
Maka dosen harus punya ruang publik tersendiri, begitupun mahasiswa. Sebab, di dalam kampus,  dosen dan mahasiswa adalah organ yang menjalankan peranan yang berbeda. Dosen tidak boleh masuk ke dalam ruang privat mahasiswa meskipun tetap dapat bertukar gagasan di ruang publik Fakultas Sastra.
Layaknya penghangat di rumah-rumah eropa yang memiliki perapian. Maka ruang privat adalah ruang perapian sedangkan corong yang mengeluarkan asap dari atap itu adalah ruang publik. Publik tetap bisa melihat asap yang keluar dari perapian tanpa perlu tahu seperti apa ruang perapian yang ada di dalam.
Mahasiswa diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) – atau di sastra di kenal juga dengan nama KMFS-UH - badan ini menjadi corong yang mewakili mahasiswa Fakultas Sastra pada tataran yang lebih luas dan yang lebih tinggi.
BEM KMFS UH seharusnya memunyai ruang privat tersendiri. Orang-orang yang ada di dalamnya adalah kumpulan ide yang harus saling bertukar. Bersirkulasi satu sama lain.
Pertanyaan yang patut kita hadirkan adalah, dimana ruang privat serta ruang publik keluarga mahasiswa kita?. Sebuah jawaban sederhana tentu akan keluar dari mulut para mahasiswa; Himpunan, BEM, MAPERWA, dan UKM adalah ruang privat yang memiliki fungsinya masing-masing. Lantas ruang publik kita di mana?. Jawabannya koridor yang kini dijadikan lahar parkir.
Sejak dulu, tempat itu adalah sarana yang mampu mempertemukan warga KMFS. Biasa dimanfaatkan sebagai tempat diskusi, pemutaran film, atau tempat untuk mengadakan rapat warga.
Perubahan fungsi itu bisa saja terjadi akibat dua hal, pertama adalah kurangnya kegiatan pada tataran fakultas maupun himpunan yang memanfaatkan “Parkiran” tersebut. Kedua, akibat rasa tidak aman di dalam kampus yang menyebabkan para mahasiswa memarkir motornya di koridor. Beberapa kejadian pencurian motor memang cukup meresahkan bagi mahasiswa.

***
Menjadikan koridor sebagai lahan parkir merupakan sebuah budaya yang akan terus berlanjut jika tidak diatur lebih baik lagi. Hilangnya ruang publik yang memiliki posisi penting dari perjuangan kawan-kawan mahasiswa di Fakultas Sastra memang merugikan. Siapa yang bisa tahu jika suatu saat nanti kepingan sejarah fakultas kita akan hilang. Tempat yang dulunya digunakan untuk konsolidasi atau diskusi berubah menjadi lahan parkir.
Semoga BEM KMFS-UH melihat ini sebagai sebuah masalah dan menemukan jalan keluarnya. Salah satunya mungkin dengan; motor hanya bisa diparkir selain di koridor tersebut!


Makassar – Januari 2014

06 Desember 2013

Daftar Nama Anggota Baru UKMM

Selamat kepada peserta magang yang telah lolos tahap berkas. Kami nantikan karyamu!

1. Dian Wihyana (M.VII.DN.13.63)
2. Risah (M.VII.RS.13.64)
3. A. Rizki Haifa K. (M.VII.RZ.13.65)
4. Nanda Apriana (M.VII.ND.13.66)
5. Azisah Ardiyanti (M.VII.AZ.13.67)
6. Vika Pratiwi (M.VII.VK.13.68)
7. Restu Nurul Alfadillah (M.VII.RE.13.69)
8. Hendriadi S (M.VII.HD.13.70)
9. Bilal M Fikri (M.VII.BL.13.71)
10. Erwin J (M.VII.EW.13.72)
11. Andi Dalasari (M.VII.AD.13.73)
12. Nur Adinah Ainuddin (M.VII.AI.13.74)
13. Khusnul Fadhilah (M.VII.KF.13.75)
14. Nurfitriana Zainal (M.VII.NF.13.76)
15. Iffah Tsabita Ihsani (M.VII.IF.13.77)
16. Sherli Wulandari (M.VII.SW.13.78)
17. Syamsiar (M.VII.SY.13.79)
18. Regina Palalangan (M.VII.RG.13.80)
19. Hartina Mahardika (M.VII.HM.13.81)
20. Tanti Wulandari (M.VII.TW.13.82)
21. Sarina (M.VII.SR.13.83)
22. Wiwiniarmi Andi Lolo (M.VII.WW.13.93)
23. Rahdayanti Lukman (M.VII.RH.13.88)
24. Aini Sahrah (M.VII.AN.13.84)
25. Dewi Ananda (M.VII.DW.13.85)
26. Muthi Syahidah A (M.VII.MT.13.86)
27. Hardiyanti Pertiwi (M.VII.HP.13.92)
28. Sitti Wella Mufidah (M.VII.SW.13.91)
29. Fenti Rahmayanti Usman (M.VII.FT.13.89)
30. Rea Risa Natasha (M.VII.RE.13.90)

31 Oktober 2013

Pengumuman Sayembara Puisi UKMM KMFS-UH

Salam Budaya!
Terima kasih atas partisipasi warga kampus Unhas dalam mengikuti Sayembara Puisi yang diadakan dari tanggal 26 November sampai dengan 22 Oktober 2013. Panitia dan dewan juri mohon maaf karena keterlambatan hasil penilaian. Hal ini dikarenakan kesibukan para juri dan kesulitan menentukan pemenang. Dewan juri sangat berhati-hati dalam penentuan juara.
Sayang sekali, beberapa naskah yang masuk belum memenuhi kriteria dewan juri.
Berikut pengumuman para pemenangnya:

1. Idris Munir – Baringan Beringin
2. A. Rewo Batari Wanti – Seruan Iblis
3. Accang Santiogo - Bulan di Sungai Malam ini

Nominasi Puisi Pilihan Dewan Juri
1. Nur Awalia S Ramadhani – Payabo  
      2. Viny Mamonto - Awan Hitam
      3. Marco Alif - Bagaimana Mungkin
      4. Syahrir Alghifary - Kuasamu Kematian Kami
      5. Yohanes Egen Helin - Sajak dari Anak Negeri
      6. Nurfaisyah - Terperangkap


A.      SAYEMBARA PUISI “Mahasiswa, Sosial, atau Kota” Unit Kegiatan Menulis Mahasiswa” menjadi tema yang sangat umum namun bukan berarti tidak menjaga nilai kepuitikan setiap puisi.

B.       Bagi peserta lomba yang puisinya terpilih dalam tiga besar, akan mendapatkan dana pembinaan serta sertifikat.

C.       Peserta yang masuk nominasi dewan juri mendapatkan sertifikat.




01 Oktober 2013

Sayembara Puisi UKMM KMFS-UH


Syarat dan Ketentuan

1          1.   Peserta adalah mahasiswa Universitas Hasanuddin.
2          2.      Naskah ditulis dengan bahasa Indonesia yang puitik.
3          3.      Karya asli dan bukan terjemahan serta tidak mengandung unsur SARA.
4          4.      Lomba dimulai dari tanggal 26 September hingga 22 Oktober 2013.
5          5.      Peserta akan diundang membacakan puisinya pada panggung bebas ekspresi UKM Menulis                         KMFS-UH       pada tanggal 28 Oktober 2013, sekaligus pengumuman lomba.
            6.   Tema
a.       Mahasiswa;
b.      Sosial;
c.       Kota;
Pilih salah satunya. Tema itu juga dapat dikembangkan menjadi subtema bebas. Misalanya, Mahasiswa; Kehidupan Mahasiswa, Lembaga Mahasiswa, Kisah cinta Mahasiswa.
  7.       Peserta hanya boleh mengirim 1 naskah puisi terbaiknya.
 8.               Naskah puisi dikirim melalui surat elektronik ke ukmmenulis@gmail.com.
 9.               Keputusan juri tidak boleh diganggu apa lagi digugat.

Pemenang Pertama: Sertifikat dan Uang pembinaan Rp. 300.000
Pemenang Kedua: Sertifikat dan Uang pembinaan Rp. 200.000
Pemenang Ketiga: Sertifikat dan Uang pembinaan Rp. 100.000

23 Mei 2013

MARI MENOLAK RUU PT


MARI MENOLAK RUU PT

AWAL LAHIRNYA RUU PT

Jika melihat kondisi pendidikan yang ada pada perguruan tinggi negeri maupun swasta di negara ini, rasanya wajar saja jika ada oknum yang ingin agar RUU PT ini dapat terealisasi sebagai undang-undang yang mengatur sistem perguruan tinggi. Selain menguntungkan pihak mereka, pemerintah juga bisa dengan mudah mengurangi kenakalan oknum birokrasi kampus yang sering melakukan kecurangan untuk menguntungkan lembaga pendidikannya. Hal itu diakibatkan karena memang sistem yang kita anut terlalu bebas dan penuh ororitas tiap perguruan tinggi. Toh tujuan utama dari perguruan tinggi adalah mendidik mahasiswa, bukan untuk menguntungkan dosen, staf pengajar, ataupun birokrasi kampus. Namun yang terjadi saat ini malah justru sebaliknya, perguruan tinggi menjadi ladang “bisnis” yang aman dan terlindungi bagi dosen dan birokrasi kampus apa lagi dengan kuatnya otoritas tiap kampus untuk mengatur itu.
Awal lahirnya RUU PT ini diakibatkan karena pemerintah seolah kewalahan untuk mengatur dan mengontrol adanya indikasi penyimpangan-penyimpangan yang kerap terjadi di perguruan tinggi. Indikasi penyimpangan itu, misalnya, ada PT yang membuat data fiktif demi perizinan membuka jurusan. Sebagai contoh, pembukaan jurusan baru yang mewajibkan adanya 15 lulusan doctor yang bisa dengan mudah dimanipulasi oleh oknum. Pemerintah akhirnya kehilangan akal. Belum lagi adanya kemungkinan peredaran proposal penelitian fiktif demi mendapatkan uang semata. Dugaan itu semakin dipertegas mengingat gaji guru, dosen, bahkan profesor cenderung masih kecil. Masalah lainnya adalah mutasi staf pengajar, banyak dosen diketahui bekerja di dua tempat sekaligus.
Hal-hal inilah sebenarnya yang ingin dihindari juga menjadi dasar lahirnya RUU PT. Tujuannya sangat bagus, namun sangat disayangkan karena mahasiswa nantinya akan dirugikan jika RUU PT ini disahkan.

AKIBAT JIKA RUU PT DI SAHKAN

Ada dua kemungkinan jika RUU PT ini terealisasi menjadi undang-undang;
1.      Jika RUU ini lolos menjadi undang-undang maka hal positif yang dapat terjadi adalah mampu mengatasi "keliaran" yang dilakukan di Perguruan Tinggi. Namun satu hal yang disayangkan karena RUU ini bermuatan untuk “membeli” otoritas kampus dalam menjalankan tradisi pendidikannya. Padahal sebenarnya untuk mengontrol dan mengendalikan PT hanya perlu dengan menggunakan Peraturan Pemerintah (PP), bukan melalui undang-undang yang cenderung terlalu ketat. Pengendalian itu jangan sampai 'dibeli' dengan uang. Pendidikan akhirnya seperti bisnis. Itu yang tidak boleh terjadi di dunia pendidikan kita.
2.      Jika RUU PT ini disahkan maka statuta PT akan dibeli oleh pihak luar dan mampu mencekik biaya pendidikan serta menumbuh suburkan diskriminasi terhadap mereka yang memiliki potensi akademik rendah dan kurang mampu tapi ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Otonomi yang lahir dari RUU PT ini dapat dijadikan dasar hukum yang kuat untuk membuat universitas bekerja sama dengan industri yang akhirnya industri itu membuka kafe, atau resto di berbagai sudut kampus. Padahal semestinya pendidikan di perguruan tinggi itu menjadi kewajiban pemerintah untuk membiayai.
Terlebih lagi setelah adanya kerja sama internasional yang dirancang dalam WTO yang meliputi 12 sektor, di antaranya sektor pendidikan. Dalam artian, kalangan asing sangat berkepentingan dan memiliki akses yang terbuka untuk melakukan kerja sama antar-universitas dan kerja sama itu kerja sama mirip `perdagangan`. Jika ini terjadi, tentu sangat miris bagi pendidikan kita,
Karena itu, kita sebagai mahasiswa jangan mendorong peran negara yang lebih besar dalam dunia pendidikan tinggi, karena hal demikian hanya tepat untuk pendidikan dasar dan menengah, sedangkan untuk pendidikan tinggi justru tidak tepat, sebab kontraproduktif dengan semangat kritis dan otonomi yang dibangun dalam dunia kampus selama ini.
Kita dapat baca pada pasal 65 ayat (1) secara utuh menyatakan “Penyelenggaraan otonomi perguruan tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 dapat diberikan secara selektif berdasarkan evaluasi kinerja oleh Menteri kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum atau dengan membentuk PTN badan hukum untuk menghasilkan pendidikan tinggi bermutu. Hal ini telah membuka ruang untuk suatu PTN memiliki status badan hokum”.
Berikutnya, pasal 74 secara redaksional menyatakan “PTN wajib mencari dan menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi, tetapi kurang mampu secara ekonomi dan calon mahasiswa dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal untuk diterima paling sedikit 20 persen dari seluruh mahasiswa baru yang diterima dan tersebar pada semua program studi”.
Ketentuan tersebut telah membuka ruang diskriminasi terhadap calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik rendah dan tidak mampu, hal ini sangat bertentangan dengan cita - cita mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menistakan keberadaan pendidikan itu sendiri yang sejatinya membuat ‘si tidak tahu” menjadi “tahu” akan ilmu pengetahuan dan lainnya.
Berikutnya, pasal 76 ayat (1) secara utuh menyatakan “Pemerintah, Pemerintah daerah, dan/atau perguruan tinggi berkewajiban memenuhi hak mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi untuk dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan peraturan akademik”.
Hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum, karena peraturan akademik pada setiap Perguruan Tinggi tentunya dibentuk sendiri-sendiri (tidak serentak) dan ruang untuk membedakan pemenuhan hak mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi terbuka lebar. Karena peraturan akademik dibentuk oleh senat universitas yang sejatinya berbeda-beda.
Pada pasal 90 sendiri menyatakan, “Perguruan Tinggi lembaga negara lain dapat menyelenggarakan Pendidikan Tinggi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bahwa dengan hadirnya ruang bagi Perguruan Tinggi Asing untuk membuka ‘cabang’ di Indonesia akibat ketentuan Pasal 90 tersebut, maka ini akan  menimbulkan dampak terhadap swastanisasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Kelak kita bisa saja menjadi lulusan Stanford University atau Harvard University namun tetap di Indonesia. Dalam artian, kita akan ditanamkan tentang pendidiksn filsafat barat yang jelas itu berbeda dengan filsafat timur yang selama ini kita aplikasikan dalam kehidupan. Maka kelak kita akan menemukan generasi yang individualistik dan sangat egoisentris.
  
LANTAS APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Jalan satu-satunya adalah dengan tidak membiarkan pemerintah atau lembaga lain untuk mengintervensi statuta perguruan tinggi karena intervensi demikian justru akan menghambat kemajuan anak bangsa, terutama mengenai pendidikan. Harusnya PT diberikan otonomi dan otonomi itu berlandaskan kebutuhan mahasiswa karena ilmu pengetahuan takkan berkembang tanpa otonomi. Dan itulah yang harus kita perjuangkan.

TOLAK RUU PT

05 Agustus 2012

Bukan Puisi Malam

bersama angin yang memecah malam ini..
dingin..
apa kabarmu disana ?

aku melihat bintang malam ini..
tertutup mendung kemudian..tak sempurna..
kau bisa lihat ?

gerimis malam..
tik..tik..tik..
kurasa semakin keras..hujan..
kau tahu kan aku tak suka hujan malam ?

malam ini kurangkai kata..
seolah bercerita denganmu malam ini..
meski hanya semu..
kau begitu jauh..

ini bukan puisi malam..
hanya ungkapan..
hanya perasaan saat hati tak bisa dekat..

rindu..
lihat keluar dan rasakan aku berbicara padamu..
kita masih melihat langit yang sama bukan ?

angin, bintang, hujan..
malam ini..menemani kesendirianku..
datang dan pergi..
dan kembali lagi nantinya..
seperti dirimu..

ya, kau memang sekarang tak disini..
tapi ku tahu kau akan datang..
pergi ?
tentu saja..

kau akan pergi untuk kembali..
membawa harapan..
membawa cinta..
untukku.. untuk kita...


-, MR4-006 ,-

Diary Biru Bersampul Bintang

Duduk depan jendela menatap langit yang gelap "aku dingin ," kata Inn sambil menatap langit. Setiap malam adalah waktu yang di habiskan Inn untuk menatap langit entah apa yang istimewa dari langit itu,,dan setelah menatap langit itu Inn kemudian mengambil diary berwarna birunya yang di berikan oleh sahabatnya dulu sebagai hadiah di ulang tahun ke 15 nya ,mengambil pulpennya Inn lalu menulis banyak pada halaman diary itu  tentang apa yang dia liat di langit malam setiap harinya.Dan ternyata Inn selalu memandangi langit malam karena suka dengan ribuan bintang yang ada di langit sana,Inn selalu tersenyum tiap kali memandang ribuan bintang itu,,
      Inn adalah  gadis  remaja berumur 17 tahun dan duduk di bangku SMA dia sangat senang dengan warna biru baginya biru itu indah,dia punya banyak teman yang punya kesenangan sama dengannya yaitu suka dengan titik-titik cahaya bintang di malam hari.Suatu hari inn berjalan bersama temannya dan ingin berbagi ceritanya tentang ribuan bintang yang sering di lihatnya,tiba-tiba temannya langsung memotong pembicaraan Inn,Inn pun diam dan mendengar temannya bicara ,,” Inn kamu tahu tidak bintang yang setiap malam kamu pandangi dengan penuh harapan ternyata beberapa di antaranya adalah bintang yang buruk..!!” Inn  tidak mengerti apa yang di katakan temannya itu.Sesampainya di rumah Inn langsung masuk ke dalam kamarnya mengambil pulpen dan diary biru miliknya dan meggoreskan beberapa kata “memang ada ya..? di antara banyaknya bintang di atas langit saat malam ada beberapa bintang yang buruk tapi bagiku semua bintang itu sama cantiknya mereka semua sama memberikan cahaya jika malam tiba… “ itulah isi dari catatan yang Inn tuis pada diarynya.Dan saat malam tiba seperti biasa Inn duduk di depan jendela kamarnya sambil memegang diary berwarna birunya dan pulpen tinta hitam miliknya, dia menatap dalam-dalam langit malam yang berhiaskan ribuan bintang, Inn tersenyum melihat bintang itu.Dan yang tak pernah Inn pikirkan tiba-tiba terjadi Inn kaget bercampur bahagia dia merasa sedang berada dalam mimpi, Inn mencoba membuktikan dengan menusuk tangannya dengan pulpen tinta hitam yang di pegangnya “ahh,, sakit…!! " Teriakk Inn, dan saat itulah Inn baru percaya bahwa dia tidak sedang bermimpi , bintang itu tertawa melihat kekonyolan Inn.Inn pun tersenyum dan merasa malu ,,
          Bintang itu berada di langit sana tapi dia bisa melihat apa yang Inn lakukan saat ini.Malam semakin gelap dan dingin semakin menusuk Inn lalu tersenyum pada satu bintang yang tadi juga senyum padanya Inn menutup jendela kamarnya dan duduk di depan meja belajarnya dia sangat senang dan dengan antusiasnya dia ceritakan semua yang  terjadi barusan padanya , senyum manis Inn tidak pernah lepas dari wajahnya setelah kejadian itu Inn pun berharap akan bertemu dengan bintang itu di malam-malam selanjutnya ..Inn menutup diarynya dan menarik selimutnya dan duduk tepat di atas tempat tidurnya Inn menatap langit-langit kamarnya  yang berwarna biru dan tersenyum kecil membayangkan seyum dari sang bintang tadi.
       Keesokan harinya di ruang kelas tepatnya di bangku deretan terdepan Inn duduk sambil membaca novel berjudul "Separuh bintang," tiba-tiba Inn mendengar suara teman-temannya yang sangat antusias bercerita entah itu tentang apa ..!! "eh kamu tau nggak ..?? semalam aku tidak sengaja menatap langit malam yang bertabur bintang tiba-tiba ada satu bintang yang senyum denganku loh..!! aku senang banget ,” mendengar itu Inn langsung menutup novel yang di bacanya dan teringat tentang pertemuannya dengan bintang semalam ,dan beberapa teman Inn juga berkata bertemu dengan bintang yang sama ,, wajah bahagia mereka berubah menjadi kecewa dan berkata “bintang itu kurang ajar banget ya..dia ternyata tidak hanya menyapaku tapi juga menyapa kalian saya kecewa ternyata senyum yang di berikannya tidak berarti apa-apa dia memberikan itu beberapa dari kita.” Inn juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang di katakan temannya itu.
      Inn pun sangat kecewa mendengar semua itu,, setelah kelas berakhir Inn berjalan sendiri menuju rumahnya dan masih teringat oleh bintang itu batinnya berkata “ternyata senyuman bintang itu bukan di berikan hanya untuk saya tapi juga dia berikan untuk beberapa temanku.” Tiba di rumah sekitar pukul 17:40 Inn mengambil diarynya dan membaca apa yang semalam ia tuliskan benar-benar membuatnya kecewa..dengan hati yang penuh kekecewaan Inn mencoba untuk menghibur diri dengan berjalan-jalan di sekitar rumahnya.Inn larut dalam perasaan kecewanya dengan bintang itu hingga dia tidak menyadari malam sudah tiba Inn pun berhenti di taman yang ada di depannya.Melihat lampu-lampu taman itu menyala dan memperhatikan langkah orang-orang yang lalu-lalang  di sekitar taman itu.Inn berjalan di sekitar taman itu dan tidak sadar menatap langit malam saat itu. Tapi tidak seperti malam biasanya saat Inn menatap langit yang berhiaskan bintang-bintang Inn selalu tersenyum bahagia menatap indahnya kilauan bintang di langit sana.Inn langsung membuang pandangannya pada bintang itu dan ternyata saat Inn tidak sengaja memandang langit dan bintang di atas langit sana bitang yang kemarin dia temui di depan jendela kamarnya yang memberikan senyum dan membuat hati Inn begitu bahagia ternyata juga menatap Inn saat ini bintang itu berteriak memanggil nama Inn,Inn menatap bintang itu dengan penuh kebencian tapi bintang itu tetap memanggil nama Inn.Inn tidak peduli dengan suara yang munculnya dari langit sana, Inn tetap berjalan .” Inn…Inn.. teriak bintang itu,” Inn benar-benar tidak peduli dengan sesuatu yang  tiap malam dia tunggu dan menghabiskan malamnya hanya untuk melihat cahayanya.Saat ini keadaan benar-benar terbalik Inn terus berlari berusaha menjauh dari teriakan bintang itu.Inn benar-benar ingin menjauh dari bintang itu hingga saat ia lari Inn hampir terjatuh .Inn masih mendengar namanya di panggil tapi suara itu perlahan hilang dan tidak terdengar lagi karena Inn sudah berlari sangat jauh.Membuka pintu rumahnya dan lari masuk ke dalam kamarnya,,menutup pintu kamar dan lompat ke tempat tidurnya, Inn lelah dan menarik selimutnya berusaha mencoba memejamkan matanya.
        Waktu menunjukkan pukul 19.00 Inn menarik selimut yang menutupi badannya dan mencoba membuka matanya yang baru saja bangun dari tidurnya ,Inn duduk dan merasakan sesuatu Inn bergegas ke kamar mandi dan mencuci matanya dan kembali duduk,Inn masih tidak bisa menghilangkan kebiasaannya yang setiap malam duduk manis di depan jendela kamarnya dan menatap langit yang penuh dengan cahaya bintang yang begitu indah.Inn menatap bintang itu, bintang yang tadi memanggil nama Inn,Inn berusaha menatap bintang itu tanpa Inn sadari bintang itu menemani malam Inn yang begitu gelap dan sunyi.Saat Inn menyadarinya, Inn langsung berdiri dan menolak cahaya yang sempat menyinari ruang gelap miliknya.Inn menarik tirai pada jendela kamarnya dan duduk termenung entah apa yang di pikirkannya .Tiba-tiba Inn menarik diary biru miliknya, Inn tidak menulis sesuatu Inn hanya membuka halaman demi halaman pada diary berwarna biru itu bahkan  Inn sampai tertidur saat membaca setiap kata yang pernah di tulisnya.
       Keesokan harinya Inn tidak bisa konsentrasi Inn pun terus bertanya pada hatinya “aku kenapa sich..!!” sambil berjalan di depan meja belajarnya Inn berkata lagi “ada apa dengan bintang itu bukankah saya membencinya..?? tapi kenapa saya terus memikirkannya..” Inn terus membatin tanpa Inn sadari 5 jam telah berlalu dan  pikirannya tetap tidak lepas dari bintang itu.. “apakah saya salah??”Tanya inn pada hatinya .Inn merasa sangat bersalah atas apa yang di lakukannya oleh satu bintang yang ingin menyinari ruang gelap milik Inn tapi Inn menolaknya dengan cara yang menurut Inn salah.
      Inn membatin hingga tidak dapat tidur bahkan Inn tak dapat memejamkan matanya,Inn merasa bersalah dan ingin meminta maaf pada bintang itu.Setelah beberapa jam Inn memikirkan itu akhirya Inn tertidur dalam perasaan bersalahnya.Inn bangun dan berharap malam akan datang dengan cepat agar ia dapat bertemu dengan bintang itu.Sore pun tiba,Inn berjalan menuju taman tempat bintang itu pernah memanggilnya di temani dengan diary biru dan pulpen tinta hitamnya Inn duduk manis tepat di sudut taman yang jauh dari keramaian .
        Dan langit sudah memperlihatkan kegelapannya Inn masih setia duduk di taman itu,menatap langit dan mencari satu bintang yang di tunggunya,Inn tersenyum berharap bintang itu datang lagi dan memberikan senyumannya pada Inn lagi .Malam semakin gelap senyum pada wajah Inn mulai pudar karena bintang yang di nantinya hanya diam dan sama skali tidak menyapa Inn dengan senyumnya bahkan melirik ke tempat Inn berada  bintang itu sama skali tidak melakukannya.Inn akhirnya berdiri dan berjalan di sepinya malam menelusuri jalan gelap yang tak seorangpun melintas Inn berusaha melangkahkan kaki menuju rumah dengan perasaan kecewa benar-benar kecewa dan perasaan bersalah pun menyerbu pikiran Inn hingga Inn tepat berada di kamarnya,Inn menumpahkan semua perasaan kecewanya yang di tambah oleh perasaan bersalahnya dengan tangisnya air mata itu pun tidak dapat berhenti menetes.Inn benar-benar merasakan sakit,dadanya sesak seakan udara tidak dapat di hirupnya lagi.Inn tidak berhenti menyalahkan dirinya, Inn merasa sangat bodoh atas sikapnya itu.
       Beberapa hari kemudian setelah kejadian malam itu Inn berusaha tidak memperlihatkan kerinduannya tentang satu bintang itu.Dan malam di mana saat Inn hanya duduk di atas meja belajarnya dan menatap ke tempat yang begitu indah karena cahayanya ,,”bintang ya..” itulah yang Inn pandangi saat ini.Inn terus menatapnya dan tiba-tiba bintang yang di rindukannya itu memberikan senyum pada Inn lagi senyum yang benar-benar  Inn nantikan. Inn membalas senyum itu,Inn kemdian berdiri dan dan berjalan menuju jendela kamarnya untuk berbicara dengan bintang itu..Inn sangat senang Inn ingin meminta maaf atas apa yang di lakukannnya beberapa hari yang lalu yang sempat membuat bintang itu kecewa terhadap Inn.”Bagaimana kabarmu Inn apa kamu baik-baik saja? “ Tanya sang bintang pada Inn.”Ya aku baik2 saja “jawab Inn dengan senyum manisnya, kenapa sekarang kau ingin berbicara denganku dan tidak mencoba lari lagi dariku seperti yang kau lakukan sebelumnya ,“ lagi-lagi bintang melontarkan pertanyaan pada Inn .Tapi Inn hanya menjawab pertanyaan itu dengan satu kata saja yaitu “maaf” dengan senyum manisnya di tujukan untuk sang bintang.Inn benar-benar bahagia atas pertemuannya sekarang dengan bintang itu.Namun bintang itu bertanya lagi pada Inn ,Inn bisakah aku menemanimu di setiap malam gelapmu..?? aku ingin menerangi ruang gelap yang ada padamu aku ingin memberikan cahayaku pada ruang gelap milikmu apakah kamu mau..??” mendengar pertanyaan itu Inn tertawa terbahak-bahak dan bintang itu kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.Inn pun diam dan tak menjawab Inn tau ruang gelapnya memerlukan cahaya dari sang bintang tapi Inn merasa tidak bisa membiarkan cahaya bintang yang satu ini menerangi ruang gelap itu Inn masih teringat saat senyum yang di berikan bintang itu bukan hanya pada Inn seorang tapi juga di berikan untuk beberapa teman Inn yang lainnya.Inn pun menjawab” saya tidak bisa,” setelah menjawab pertanyaan itu bintang itu tidak berhenti tetap melontarkan pertanyaan yang sama pada Inn. Inn masih tetap menjawab pertanyaan itu sama dengan sebelumnya yaitu “tidak”dan bintang itu mungkin mulai yakin dengan jawaban Inn dan pergi.Inn berharap bintang itu akan tetap menyapaku meski tidak dapat menerangi ruang gelapku dengan cahaya yang di milikinya”.Inn menuliskan harapannya itu pada diarynya.
      Malam-malam yang di lalui Inn tidak seperti biasanya,sekarangjika melihat langit malam hati Inn benar-benar sakit jika melihat satu bintang yang pernah dekat dengannya itu,bintang itu tidak lagi menemani malam Inn tidak lagi melihat senyum yang selalu di rindukan Inn.Ternyata Inn sangat merindukan bintang itu tiap malam Inn duduk diam memandangi satu bintang miik malam gelapitu.Berhari-hari hanya menunggu respon lagi dari sang bintang tapi bintang itu tidak melirik Inn lagi.Setiap malam Inn habiskan waktu hanya menunggu sapaannya lagi lirikannya yang masih Inn lihat beberapa hari yang lalu tidak pernah Inn dapat lagi.Waktu terus berjalan dan satu malam itu Inn benar-benar lelah. Setelah Inn mendengar kabar bahwa bintang itu telah di miliki oleh orang lain,cahayanya telah menyinari ruang gelap seseorang entah itu siapa Inn tidak tahu.Tetes air mata mulai jatuh membasahi pipi Inn, Hati Inn menangis dan baru menyadari akan arti bintang itu dalam hidupnya,Inn menangis mengelurkan semua rasa sakit hatinya Inn merasa tidak berdaya di mana saat ia di inginkan oleh satu bintang yang sebenarnya Inn pun menginginkan bintang itu Inn tidak bisa menerima permintaan dari sang bintang Inn menangis dalam perasaan bersalahnya itu.Tiap hari Inn hanya bisa melihat bintang itu yang sekarang di miliki orang lain.Setiap malam Inn ke taman berharap bintang itu akan meminta cahayanya dapat menerangi ruang gelap Inn lagi tapi itu tidak pernah terjadi lagi. Dalam hati Inn ,Inn benar-benar jatuh cinta dengan bintang itu “Inn benar-benar masih belum bisa mengahapus berkas cahaya itu dalam pikiran ini  bahkan dalam hidup ini, meski orang lain telah memilikinya,” Seru Inn dengan hati penuh kerinduan.
       Namun waktu begitu cepatnya berlalu tidak terasa hampir lima bulan setelah bintang itu meminta ruang gelap Inn di sinari oleh cahayanya namun perasaan Inn terhadap bintang itu masih tetap sama dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya..namun di malam saat Inn akan tidur Inn membuka kembali diary birunya dan mengambil pulpen lalu menulis sesuatu.
Isi diary yang di tulisnya…
…Mungkin kau adalah bintang yang kucari setiap kumenatap langit di malam hari,kau adalah bintang yang mampu membuatku tersenyum bahkan menangis.Aku senang pernah mengenalmu aku senang  pernah melalui hariku bersamamu meski itu hanya sebentar.Sekarang kau adalah milik orang lain tapi aku senang kau dapat menyinari ruang gelap orang yang kamu sayangi,meski aku hanya dapat melihat cahaya itu dari kejauhan aku senang melihatmu bahagia bersamanya meski itu bukan aku.Sekarang saya mengerti kamu adalah bintang yang dikirim Tuhan untuk aku cintai,tapi aku sadar kau adalah bintang milik orang lain yang tidak bisa aku miliki,sampai kapanpun.Dan ku biarkan kenangan ini terbawa oleh angin dan terbang bersama harapanku yang tidak bisa memilikimu.Aku ikhlas kan cahayamu bersama ruang gelap itu.
“Ku biarkan diary ini tetap terbuka bahkan hingga sampai kapanpun tidak akan ku tutup meski cerita tentangmu sudah tak ada lagi, halaman kosong ini masih akan menunggu kisah tentangmu entah sampai kapan aku akan tetap menunggu itu.Karena diary biru ini sudah ku beri sampul bintangmu dan telah ku taruh cahayamu di dalamnya.” Inn berseru dan meletakkan diarynya di atas meja dan membiarkannya di tiup oleh angin malam.Inn lalu menarik selimutnya dan tersenyum , “selamat tidur bintang ,” seru Inn dengan suara lembutnya.

***

MR4-004
14 juni 2012

10 Juni 2012

Nomor Magang Realis 2012

Berikut Nama-nama dan Nomor Magang peserta Realis (Perekrutan Anggota Menulis) edisi IV-2012 :

1. Khaerul Ikhsan ( MR4-001 )
2. Tuti Indrayani ( MR4-002 )
3. Maria Frameita Asri ( MR4-003 )
4. Ayu Andriani ( MR4-004 )
5. St. Ardina Aisyiah Sr. ( MR4-005 )
6. Nur Ainun Bahri A.B. ( MR4-006 )
7. Ninin Idfan Purwanti ( MR4-007 )
8. Ikadarsi Yuliandari ( MR4-008 )
9. Ibnu Sina Palogai ( MR4-009 )

Diharapkan kepada seluruh Magang Realis Edisi-IV untuk mengirim tulisan berupa Artikel, Cerpen, Esai, Puisi, dll ke email ukmmenulis@gmail.com, untuk diterbitkan pada blog UKMMenulis.

30 April 2012

Tulisan-tulisan UKMM

Berikut adalah tulisan-tulisan anak UKMM

From jejaksorume


Rapuh airmata yang kau kira titik terendah
kelak suatu waktu
menjelma gumpalan energi yang membuncah,
diam-diam mengalir mengumpulkan kekuatan
yang boleh jadi kan pecah jadi badai
ini diri kau serahkan untuk jalani sebagaimana adanya diri
cerca, rutuk dan kutuk
biar tinggal jadi huruf-huruf,
takkan menganggu selama kertas-kertas tinggal melompong
menatap iba dari keranjang sampah
Makassar, 051210 (http://jejaksorume.blogspot.com/2011/03/belum-perlu-judul.html)




From Indra


To : Mei
Ada yang tertinggal darimu mei,
tentang musim gugur di selatan dan musim semi di utara.
Ada yang tertingal darimu mei,
tentang cinta yang bersemi dan
gugurnya bunga lili pada lembah perawan Ostara
laiknya air mata Maria.
Ada yang tertinggal, Mei
yaitu cinta yang tersenyum pada april
lalu juni yang tertawa pada kita.
Ahh!. Mei, sungguh engkau suku kata yang begitu lembut.
From : Indra



From Anti

Kaliku ingatmu
Ingatku citamu
Mauku pelukmu
Padu citakucitamu
Bilangmu hancurkan biadab
Bilangku bangunkan nurani
                   _______Anak!
Bilangmu didiknya anarki
Bilangku didiknya penyinta
Kaliku ingatmu
Ingatku citamu
Mauku pelukmu
Padu citakucitamu

[Tamalanrea, Feb 2010] (http://www.rumahinspirasi.co.cc/p/puisi.html)



Surat ini aku tulis, mungkin kelak akan kau baca,
dan semoga kau tahu surat ini memang aku tujukan untukmu.

            Kusebut dirimu perempuan hujan, karena kau begitu mencintai hujan, dan begitu banyak kisah yang bisa kututurkan pada semua, tentang dirimu dan tentang hujan
            Dulu, aku hanya menikmati hujan, menerobos hujan yang rintik selalu aku nantikan, tapi dulu aku tak pernah merasa jatuh cinta pada hujan. Ya, aku hanya menikmatinya, tidak mencintainya.
       Kau perkenalkan hujan padaku pada malam hari, saat hujan begitu deras jatuh dari langit, kau mengajakku bertemu hujan, lalu bersalaman dengan hujan.
            Suatu waktu kita bersama menerobos hujan di jalan, orang lain berteduh memandang hujan, tapi kita setuju untuk tak hanya memandangnya, kita tertawa, berteriak diantara hujan.
***
            Aku masih mencintaimu, sama seperti dulu,masih sangat sama, namun sadar, kita sudah sudah tak bisa bersama, atau mungkin hanya aku yang masih berharap kebersamaan itu kembali.
            Berkali-kali aku menulis puisi, didalamnya kuselipkan namamu, kau mungkin menyadari sebagian, atau tidak, aku tak benar-benar tahu.
            Tapi, aku tak mau mengganggumu, walau beberapa pesan dariku menyelip tak tertahan, kukirim malam-malam, tapi aku tak pernah berharap balasan, walau kadang kau membalasnya. semoga tidak kau ulangi lagi.
            Oh iya, di dunia maya, sengaja menghapus pertemanan denganmu, bukan membencimu, tapi hadirmu masih tetap membuatku terdiam, semoga kau tak salah mengira. Karena aku masih menyukai dirimu, semoga kau tahu itu.

         Pesan terakhirku, mari kita jadi orang asing, dan jangan muncul lagi di depanku, karena aku tak tahu apa yang akan terjadi pada diriku. Semoga kau mengerti.

(http://privatesastra.blogspot.com/2012/04/surat-ini-khusus-untukmu.html)

16 April 2011

Mubes

diharapkan kehadiran temanteman, kakakakak, adikadik, serta pemerhati UKMMenulis FIB UNHAS untuk mengikuti MUBES yang Insya Allah dilaksanakan pada hari Jum'at, tanggal 22 April 2011, pukul 15.00 wita (jam 3 sore) bertempat di SekretCeria UKMMenulis FIB UNHAS (ruang FIB 111)

"mari kita bangunkan kembali UKMMenulis dari tidurnya"

_tiada kesan tanpa kehadiran canda tawa temanteman_

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More